Dapet curhatan dari seorang teman.
Setelah hampir setahun seorang pria terus mengajak bertemu, tapi selalu ditolak oleh sang mantan kekasih. Beberapa hari yang lalu mereka akhirnya bertemu. Mereka berbincang panjang lebar, cukup lama. Perbincangan yang menarik. Agak sedikit canggung, karena sang mantan kekasih seperti memberikan sebuah batasan yang cukup tebal. Apalagi dengan cincin, yang menyerupai cincin kawin, di jari tengah si mantan kekasih yang terus terlihat di mata si pria. Ia belum menikah, tapi dari bahasa tubuhnya terlihat sangat berbeda.
Beberapa hari kemudian, pria itu menangis menceritakan isi hatinya terhadap mantan kekasihnya kepada seorang temannya. Betapa ia sangat merindukan mantan wanitanya itu. Betapa wajah sang wanita terus menerus menari di pikirannya, tersenyum... tertawa... merengut... menangis... menggoda.... Betapa ia memuja mantan kekasihnya itu. "Buat gw, dia yang yang terbaik....". Betapa sayang dan cintanya sang pria terhadap mantan wanitanya itu. Terus mencoba untuk memberikan perhatian, entah lewat sms atau telepon. Betapa hatinya hancur ketika ia mengetahui bahwa sang wanita sudah susah sekali untuk direngkuh kembali!
Sang wanita bukannya tidak mengetahui hal tersebut. Dia mengetahui, bukan hanya itu, dia merasakannya juga. Bahkan ia merasa apa yang diberikan sang mantan prianya melebihi apa yang diberikan oleh kekasihnya saat ini. Tapi apa daya... "dia baik banget banget... sayangnya, gw udah gak ada rasa sama dia!". Ini masalah hati...
Well... buat gw seeh ini masalah waktu... Kalo soal hati, bisa dirubah! Soal rasa apalagi... dari yang manis aja kalo dikasih garem yang lumayan banyak bisa langsung berubah jadi asin! Hhhhh... cinta. Seorang pria, yang di mata gw termasuk pria yang tangguh, ternyata bisa juga tersedu-sedu, hanya karena cinta.
I'm sorry 9e... tetap sabar ya!
Hope u can find another women that culd live ur life with her love, forever... Wish u all the best!